Jakarta dan Kelantan P...

Jakarta dan Kelantan Pererat Tali Persaudaraan, Jajaki Kolaborasi Multisektor dari Udara hingga Naskah Kuno

Ukuran Teks:

Faktakah.com melaporkan, sebuah pertemuan strategis telah berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026, mempertemukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Hj. Mohd Nassuruddin bin Hj. Daud. Diskusi tingkat tinggi ini menggarisbawahi komitmen kedua belah pihak untuk mempererat hubungan bilateral, menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor vital.

Ragam topik menjadi agenda utama pembicaraan, meliputi investasi, pengembangan kebudayaan, inisiatif pendidikan, hingga upaya konservasi dan penggalian naskah-naskah kuno Melayu yang sarat nilai sejarah. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sinergi yang saling menguntungkan antara ibu kota Indonesia dan salah satu negeri bagian di Semenanjung Malaysia tersebut.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana pembukaan rute penerbangan langsung dari Kelantan menuju Jakarta, yang dijadwalkan akan beroperasi mulai 16 Juni 2026. Gubernur Pramono Anung menyambut baik inisiatif ini, menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai jembatan mobilitas bagi warga kedua wilayah. Rute baru ini diharapkan akan membuka babak baru dalam aksesibilitas dan pertukaran antar-masyarakat.

Pramono Anung lebih lanjut menjelaskan bahwa Jakarta, dengan populasi sekitar 11 juta jiwa, atau mencapai 42 juta jiwa jika dihitung bersama kawasan aglomerasi sekitarnya (Jabodetabek), merupakan pasar yang sangat besar dan potensial. Konektivitas langsung ini akan menjadikan Jakarta sebagai destinasi baru yang menarik bagi warga Kelantan, sekaligus mempermudah akses bagi warga Jakarta yang ingin menjelajahi Kelantan.

Di sisi lain, Kelantan memiliki keunggulan kompetitif pada sektor layanan kesehatan. Gubernur Pramono menyoroti potensi Kelantan sebagai alternatif menarik bagi warga Jakarta yang selama ini cenderung memilih Penang untuk tujuan wisata medis. Peluang ini diharapkan dapat mendiversifikasi pilihan dan memberikan opsi perawatan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang lebih efisien.

Selain aspek ekonomi dan pariwisata, kedua pemimpin juga membahas potensi kolaborasi yang mendalam di bidang kebudayaan. Fokus utama adalah upaya bersama dalam menggali dan melestarikan naskah-naskah Melayu kuno. Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta dan Kelantan sama-sama memiliki kekayaan sumber daya dan warisan intelektual yang luar biasa dalam bentuk manuskrip-manuskrip bersejarah ini.

Naskah-naskah kuno Melayu merupakan cerminan peradaban masa lalu, merekam jejak sejarah, sastra, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai filosofis yang tak ternilai. Penggalian dan pelestarian bersama akan memperkaya khazanah budaya Melayu, sekaligus memperkuat ikatan sejarah yang mungkin terjalin antara kedua wilayah sejak berabad-abad lampau. Inisiatif ini menandai komitmen untuk menjaga dan merayakan identitas budaya bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan keterbukaannya untuk menjalin kerja sama lebih lanjut di bidang investasi dan pendidikan. Kolaborasi ini dapat mencakup pertukaran pelajar dan pengajar, pengembangan kurikulum bersama, hingga proyek-proyek investasi lintas sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia di kedua daerah.

Menteri Besar Kelantan, Dato’ Mohd Nassuruddin, turut menyampaikan tujuan kedatangannya ke Jakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya promosi Kelantan menjelang pembukaan penerbangan langsung Kota Bharu-Jakarta pada pertengahan Juni mendatang. Ia antusias memperkenalkan beragam potensi Kelantan kepada masyarakat Indonesia, khususnya dari segi pariwisata.

Nassuruddin menyoroti daya tarik Kelantan yang beragam, mulai dari wisata religi, budaya, kuliner, hingga wisata kesehatan. Kelantan dikenal sebagai "Negeri Serambi Mekah," sebuah julukan yang mencerminkan sejarah panjangnya sebagai pusat keilmuan dan syiar Islam di Asia Tenggara. Keberadaan banyak pesantren dan pondok pengajian Islam sejak dahulu kala menjadikan Kelantan destinasi spiritual yang unik.

Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan di Kelantan menawarkan kualitas yang baik dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan beberapa kota lain di Malaysia yang kerap menjadi rujukan. Potensi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan medis dari Jakarta dan sekitarnya, memberikan pilihan baru bagi mereka yang mencari perawatan kesehatan di luar negeri.

Pertemuan antara Gubernur Pramono Anung dan Menteri Besar Nassuruddin ini mencerminkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang konkret bagi pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, dan kemajuan pendidikan. Melalui konektivitas udara dan kolaborasi multisektor, Jakarta dan Kelantan siap melangkah menuju masa depan yang lebih terhubung dan sejahtera.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan